Skip to main content

Being a Muslim and loving it

In the name of Allah,
Most Gracious, Most Merciful,
Praise be to Allah,
the Cherisher and Sustainer of the Worlds,
and Peace and Prayer be upon the Final Prophet and Messenger. Abdullah Yusuf Ali, The Holy Quran



Just now masa sesi bedah buku Asas-asas Islam yang ditulis oleh Abu'l 'Ala Al-Maududi, ada la satu part dalam buku tu yang cakap, saya salin cetak(baca: copy paste) di sini,


".... . Seorang Muslim mempelajari setiap ilmu dengan pandangan yang benar dan tujuan yang baik. Dengan ilmunya itu ia mencari natijah yang sihat.

Dalam ilmu sejarah ia mengambil pelajaran dari pengalaman manusia zaman lampau dan mencari sebab-sebab hakiki bagi ketinggian bangsa-bangsa dan kejatuhannya. Ia bersungguh-sungguh untuk mengenal sesuatu yang memberi manfa'at yang betul di dalam kemajuan dan peradabannya. Ia mengambil faedah daripada perbuatan tokoh-tokoh sejarah yang salih dalam perbuatan dan perkataan mereka. Ia menjauhi apa sahaja yang boleh membinasakan bangsa-bangsa dan membuang segala sebab yang menimbulkan bencana dan kelemahan.

Di dalam ekonomi, ia memilih cara-cara pengusahaan mencari kekayaan dan pembelanjaannya yang memberi manfa'at kepada manusia, tidak terhad kepada sesuatu golongan sahaja, melainkan melingkupi seluruh penduduk muka bumi.

....."


Yang seterusnya dia bagi example untuk bidang politik dan undang-undang, kalau nak copy paste lagi memang penat la nak menaip sebab banyak, but the point here is, tak kisahla dalam mana-mana bidang pun, kalau seorang Muslim tu, dia akan "mempelajari setiap ilmu dengan pandangan yang benar dan tujuan yang baik. Dengan ilmunya itu ia mencari natijah yang sihat."


Macam terfikir, kalau zaman dulu, especially masa zaman kegemilangan Islam dulu, Muslims tak limited pada satu bidang saja. Meaningnya, kalau dia pakar dalam perubatan, dia jugakla yang pakar dalam bidang agama dan sebagainya. Dalam bahasa kampungnya, kalau dia tu ustaz, dia jugakla doktor, dia jugakla tauke kedai, dia jugakla ketua kampung, dia jugakla AJK teknikal(ok ni takde kaitan). Serba-serbi boleh la kiranya.

Islam ni syumul, menyeluruh dan tidak tercakup untuk dipelajari golongan yang nak jadi ustaz semata. Tapi hakikatnya zaman sekarang ni, bila sebut nak belajar pasal Islam, mesti terbayang akan jadi ustaz-ustazah. Ada ke terbayang angkasawan?(contoh semata)

Macam yang naqibah cakap tadi, bila Islam ni jadi world order, masa Islam menguasai 1/3 dunia,(ke 2/3 dunia? seriously i'm not that good at remembering things. I have the memory of an elephant with amnesia -_-") orang-orang kafir mula tak senang duduk and diorang tak tau nak attack Islam ni dari celah mana sebab orang Islam pada masa tu kuat. So mereka bermula dengan 'penjajahan minda'.

Mula-mula dia pisahkan daerah-daerah, sedangkan negara-negara Islam ni satu gagasan. Then dia attack pulak sistem pendidikan menjadikan seseorang tu hanya fokus pada satu-satu bidang je sampai pasal benda lain dia tak tau.

Dan itula efeknya sampai sekarang. Sampai kita rasa macam "Whoa hebat gila kau degree(ijazah) berderet!", padahal benda tu sebenarnya normal je, cuma kita yang rasa pelik bila tak 'specialize' pada satu bidang je.

Dulu saya selalu fikir that it's a useless thing untuk tahu banyak benda. Sebab saya ni suka general knowledge jadi kadang-kadang benda yang orang tak ambik kisah, bila saya cerita dekat orang, usually orang akan reply, "Nak tau pasal benda tu buat apa? Tak masuk exam pun kan?"

Tapi, bila meneliti sejarah orang-orang Islam terdahulu, memang sepatutnya tau semua benda. Barula kita tau kalau pemerintah memerintah dengan betul ke tak, or, ekonomi tengah ok ke tak. Cuma hakikatnya sekarang kita banyak tak tau benda yang penting, meaningnya benda-benda yang affect kehidupan kita macam pengetahuan tentang ekonomi dan sebagainya.

Sebab kita rasa, itu bukan bidang kita. Kita tak ada rasa nak ambik tau pada apa yang jadi dekat dunia sekeliling sebab kita sibuk membaca nota medik saja.(contoh)

Semakin lama kita semakin ignorant, sebab kita tak sedar hakikat Muslim yang sebenarnya sepatutnya tau semua benda.

Bukankah salah satu dari sifat oleh seorang individu Muslim tu mutsaqqafal fikr(berpengetahuan luas)?

Oh yes, tau semua benda bukan bermakna menyibuk tepi kain orang. Tau semua benda meaningnya mengambil tahu untuk memberi manfaat kepada diri sendiri dan juga ummah.

But of course, ilmu agama yang wajib tahu above all knowledge, sebab ilmu agama ni penting untuk kita menempuh kehidupan di dunia demi mencapai kemenangan dunia dan akhirat.

Tapi zaman sekarang ni, ilmu agama yang jadi macam ilmu fardhu kifayah.

Dan mentaliti yang common ialah,

"Tak payah tau pasal agama pun takpe, janji ko belaja rajin-rajin ko dapat degree ko dapat kerja then dapat gaji besar rumah besar. Sat gi dah tua sikit baru la belaja agama sebab masa tu nak enjoy tak boleh dah. Fikir mati je la."

or,

"Lantak la ko jaga solat ke tak, janji exam ko dapat A."

Tapi tu la tanggungjawab kita, kalau kita sedar apa erti bila kita mengaku kita seorang Muslim, mesti kita akan cuba sedaya upaya prove yang golongan yang ber'agama' ni jugakla golongan yang membolot anugerah akademik dan sebagainya.

Kalau jadi guru, jadi seorang guru Muslim yang hebat.

Kalau jadi petani, jadi seorang petani Muslim yang hebat.

Kalau jadi saintis, jadi seorang saintis Muslim yang hebat.


Pendek kata, kalau sudah namanya Muslim, is there even an excuse for us to be lacking?

But oh yes, still, sometimes life doesn't go as you planned. Ada ups and downs, but then again, as long you understand the meaning of being a Muslim, I don't think anything can go wrong, don't you think?


Wallahu'alam.


ps: Happy 19th birthday to my younger bro and semoga maintain hensem. And oh, happy teacher's day to all teachers! ^_^




"Sometimes we can't just say "Allah has a better plan for us." 
We have to believe He does."

Comments

  1. Assalamualaikum wb Farah,

    Its me again.


    "But oh yes, still, sometimes life doesn't go as you planned. Ada ups and downs, but then again, as long you understand the meaning of being a Muslim, I don't think anything can go wrong, don't you think?"

    Totally agree, my dear sister. Thank you very much. You have put it beautifully in words what I have in mind all this while.

    May Allah always bless you and for us to be together in Jannah, Insya'Allah.

    ReplyDelete

Post a Comment

Speak good, or remain silent. (Bukhari & Muslim)

Popular posts from this blog

My dad's turn

because ALLAH is with me.... Earlier today i was shocked by a text message sent to me from one of my aunt from my dad's side. "Why didn't you tell me that you've become a Muslim? Sampai hati tak bagitau, bukan perkara tak baik pun." This raised a question mark in my head. Who told her? She's a Muslim by the way. Then onwards, after a few exchanging text messages, i finally come to a realization. I have to tell my dad before he found out from someone else. That would be worst. So, i started to type on my cellphone. "Daddy, i've become a Muslim. Ever since i'm at KTT. I am telling you via sms so that you will be clear of why i am doing this and so that you will not hear this from other people who might exaggerate the story. I didn't become a Muslim because i have a boyfriend. Not because i was influenced by my friends. And also not because i wanted to join PAS. But because i have taken interest in Islam ever since i'm at...

Mummy

Finally, after 1 and a half years(maybe more), the truth is out. I confessed to my mum about me being a Muslim. When I first told her, she was upset and angry. She asked me: Who influenced you into being one? Did u have a boyfriend? Who converted you? Did you know that it’s a big sin to convert when you are already baptized?! I was silent all the while she was bombarding me with her questions but Alhamdulillah, I feel calm and unmoved. I didn’t feel guilty at all. So I told her, Mummy, nobody forced me to become one. No, that is not the reason I become a Muslim. Do you notice that I’ve become more closer to you since past one and a half years?  And my mum said yes, you’ve become better but still… Then I said, it is because of Islam that I changed from my old ways. I used to yell at you but since I became a Muslim, I learned how to be better, to appreciate my parents better. And then she said something I expected she would say. No wonder you didn’t pass your ...

A letter for you

Date: 4th of September 2009 Assalamualaikum to my fellow sisters and brethrens, who will be one of the occupants in Jannah, insyaAllah. First of all, this is a letter that I composed to all viewers. A letter full of my real thoughts and dwellings, a letter of hope and pain, a letter of almost the truth. So here goes nothing. Bismillahirrahmanirrahim, Dear brothers and sisters, The thing that triggered me to write such a letter is a post, that I read on someone’s blog. It reminded me, well, of about everything . Every single thing that I worked for, every single thing that I fought for. Yes, my story had started long enough, ever since I was back in high school. 2007.... My friend was fasting. I felt excited because I tried fasting too and it’s in the fasting month, yes, I remembered it well. I followed my Muslim friends where I woke up early for sahur and break my fast at Maghrib. I was doing it because I thought it would be fun and why not, since I was dead eager to k...